dear Adek…
aku hanya mampu menangisi diri sendiri dan mengurung diri
dalam ruang sunyi, menguras airmata
hingga menderas, mengumpulkan satu demi
satu bulirnya, lalu memasukkannya kembali ke dalam mata. dan kau tak perlu
mengetahui, betapa aku dan perih telah lama bersatu semenjak berpisah sejenak.
Berpisah yang hanya setahun bertemu sedetik karena aku hanya berstatus santri.
mungkin aku hanya seorang lelaki yang pandai bersembunyi di
balik tulisan aksara-aksara indah yang bagimu sanggup tundukkan wanita mana
saja aku suka. dan lewat mulutku, aku menyairkan puisi-puisi yang menurut
penafsiranmu selalu berkonotasi rayuan-rayuan penuh diksi dan ilusi serta hanya
menawarkan surga yang penuh dengan fatamorgana.
meskipun begitu kau tak perlu tahu, bahwa namamu telah
kugoreskan pada dinding hatiku beberapa tahun yang lalu.semenjak pertama kau
merespon cintaku walau hanya sebagai selingkuhanmu.
Dear Adek…
Harus dirimu tau aku sudah lama mengamati dirimu dimulai aku
memendam rasa padamu tepat aku duduk di kelas 3 smp, betapa diam-diam aku tahu
kesukaanmu. dan juga aku selalu suka
mengamati saat dirimu makan. semua itu
aku simpan rapat-rapat di dalam hati yang telah kupasangi kata sandi, yang pada
tiap kalimatnya hanya aku dan Tuhan yang mengerti.
dear Adek…
entahlah, aku hanya ingin berterimakasih atas segala
kebaikanmu selama ini yang telah mengenalkan kepadaku apa artinya rindu. yang
telah dengan sabar, mengajariku mengeja kata cinta dengan benar. yang telah
memberikan keceriaan, saat kakiku menemani langkah kakimu menyusuri jejak
kesenangan, yang kutahu kini hanya tinggal kenangan. terima kasih untuk selalu mengingatkan aku
betapa tidak sia-sianya air yang keluar dari mata karena rasa yang bernama asmara . yang pedih dan
sakitnya luka adalah bagian dari perjalanan cinta. Sekaligus meringis hati
seperti tergores pedang yang tajam, itu semua hanya rindu namamu wanita
kecilku.
Dear adek…
yang aku tahu pasti, aku hanya mampu berjanji pada diriku
sendiri. Aku selalu merindukanmu tunggu aku bersama air mata yang mengalir di
wajahku,,,
dengan kaki sudah penat, lumpuh tak perduli apa di depan
mata hanya satu tujuan, di depan mata yang berkaca-kaca, bermutiara sedih ingin
mencium tanganmu.
jalanan setapak itu
kini telah berpindah ke dalam dunia mimpiku
menghubungkan ayunan tanganmu
dengan gelisah surat-surat
yang tak pernah kukirimkan padamu
kini telah berpindah ke dalam dunia mimpiku
menghubungkan ayunan tanganmu
dengan gelisah surat-surat
yang tak pernah kukirimkan padamu
Adek,..
gerimis lembut telah berubah jadi arah
yang menuntun langkah sukmamu
ke dalam gejolak tenang jiwaku
seperti puisimu
tentang sayap kupu-kupu
yang tiba-tiba jadi mantra
bagi pertemuan kita
tanpa mesti menahan cuaca
tanpa harus menyeka garis
aku ingin bicara tentang pahit padamu
tapi kau bilang percuma
karena diantara kita cuma ada cinta
aku ingin menulis surat sesekali padamu
dan akan kutaruh jantungku diatasnya
tapi kau bilang buat apa
tidak usah bersyair
terkadang bukan untuk kita
Katamu Tuhan lebih suka membuat ilalang
atau rumah semut atau penyakit..
sering aku ingin mengajakmu berdoa bersama
memohon kasih abadi atau semacamnya
tapi kau cuma tersenyum
dan berkata bahwa aku terlalu serius
menghubungkan doa, Tuhan dan agama
padahal doa cuma berhubungan dengan kelemahan atau kekalahan
Tuhan cuma berhubungan dengan orang-orang yang disingkirkan
dan agama cuma berhubungan dengan kesalahpahaman
..
sungguh aku semakin ingin
berkirim satu dua lembarsurat
padamu
atau barangkali kau lebih ingin
aku berkunjung ke tempatmu
dan kita bisa dengan leluasa
menghabiskan berjam-jam waktu
gerimis lembut telah berubah jadi arah
yang menuntun langkah sukmamu
ke dalam gejolak tenang jiwaku
seperti puisimu
tentang sayap kupu-kupu
yang tiba-tiba jadi mantra
bagi pertemuan kita
tanpa mesti menahan cuaca
tanpa harus menyeka garis
aku ingin bicara tentang pahit padamu
tapi kau bilang percuma
karena diantara kita cuma ada cinta
aku ingin menulis surat sesekali padamu
dan akan kutaruh jantungku diatasnya
tapi kau bilang buat apa
tidak usah bersyair
terkadang bukan untuk kita
Katamu Tuhan lebih suka membuat ilalang
atau rumah semut atau penyakit..
sering aku ingin mengajakmu berdoa bersama
memohon kasih abadi atau semacamnya
tapi kau cuma tersenyum
dan berkata bahwa aku terlalu serius
menghubungkan doa, Tuhan dan agama
padahal doa cuma berhubungan dengan kelemahan atau kekalahan
Tuhan cuma berhubungan dengan orang-orang yang disingkirkan
dan agama cuma berhubungan dengan kesalahpahaman
..
sungguh aku semakin ingin
berkirim satu dua lembar
atau barangkali kau lebih ingin
aku berkunjung ke tempatmu
dan kita bisa dengan leluasa
menghabiskan berjam-jam waktu
tapi itu hanya impian bagi seorang santri
dengan saling diam
cuma memandang
dan main tebakan :
rindu itu dibikin oleh Tuhan
ataukah dirangkai kegagalan demi kegagalan manusia
menafsir cinta
dengan saling diam
cuma memandang
dan main tebakan :
rindu itu dibikin oleh Tuhan
ataukah dirangkai kegagalan demi kegagalan manusia
menafsir cinta
malam ini kurenungi kembali arti dirimu di hidupku
bukan untuk meragukan cintamu padaku
bukan pula mencari hina dalam dirimu
apa yg telah kau berikan padaku, tiada ternilai
kau telah mengingatkan aku tentang arti kehidupan
entah apa yg mesti kukatakan
untuk sekedar mengungkapkan rasa syukurku pada-Nya
dek...
begitu besar anugerah yang telah Dia berikan padaku lewat dirimu
nanti kalau Tuhan mengijinkan kita hidup bersama
tiada
kau yg diciptakan oleh-Nya
dengan segala keindahan yg kau miliki
ingin selalu kupuja
Adek...,
jadilah milikku selamanya
dan akupun jadi milikmu selamanya
dengan segala puji bagi Tuhan
kukatakan padamu
“aku sangat mencintaimu”
dengan segala kekurangan dan kelebihanmu
Sesekali langsung membahagiakan hati…
Terkadang sejenak bertentangan dengan harap
Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi
Usah kau terus mempertanyakan, buang semua logika
Berdoalah senantiasa… dan syukuri baik buruk yang kau rasa
Saat kau berniat baik dan meminta yang terbaik, itulah yang
Terkadang seketika… seringkali harus lalui hari yang menguji hati
Selalu ada rencana indah untukmu
Walau seringkali kau melupakanNya
Selalu ada rencana indah bagimu
Jika kau terus meminta padaNya
0 komentar:
Posting Komentar